SBY Tunggangi Demonstrasi Tentang Omnibus Law, Benarkah Demikian?

SBY Tunggangi Demonstrasi Tentang Omnibus Law, Benarkah Demikian

SBY tunggangi demonstrasi terkait kisruh pengesahan omnibus law masih menjadi misteri yang mesti terkonfirmasi kebenarannya, dan janganlah sembarangan menuduh. Apabila ingin menunjuk nama seseorang sebagai pelaku, hendaknya si penuduh membawa serta sejumlah bukti agar tuduhannya tidak berkembang jadi bola liar.

Mantan Presiden Republik Indonesia yang ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono, merespon pendapat yang menyudutkan reputasinya tersebut dan menggelar konferensi pers kepada media. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat bentukannya tersebut terang-terangan menghardik penudingan tak beralasan serta tidak adanya tanggung jawab sebagai pembunuhan karakter.

SBY Tunggangi Demonstrasi Tentang Omnibus Law, Benarkah Demikian

Begitu hebohnya rumor mengenai perancangan Undang Undang Cipta Kerja yang katanya bakal memberatkan para buruh di Indonesia sehingga kesejahteraan berkurang. Lambat laun mulai keluar anggapan yang menyatakan bahwa SBY merupakan sosok pencetus serta menyokong dana supaya demo bisa terlaksana.

SBY mengumumkan rasa keberatan atas statement tersebut karena ia jelas tidak terima diperlakukan semena – mena seperti kena serang. Ia berbicara mengenai hal tersebut pada satu seminar bertajuk isu terhangat dan diuploadnya ke channel Youtube milik pribadi.

Beliau menyayangkan perbuatan keji tersebut, seraya bertanya – tanya mengapa ia selalu saja menjadi sasaran empuk acapkali demo berlangsung. Seolah flashback kepada tahun awal 2016 silam, kala itu pun sedang berlangsung demo besar di mana SBY dituduh menjadi dalang utama.

SBY Tunggangi Demonstrasi Merupakan Fitnah Keji Menurut Beliau

SBY melanjutkan kalimatnya dan mengaku bahwasanya ia adalah pejuang bangsa karena berperan sebagai tentara 30 tahun lamanya mengabdi pada negara. Bahkan tidak berhenti sampai situ, pengabdiannya berlanjut dalam tubuh pemerintahan sampai lima belas tahun berikutnya, sehingga beliau termasuk pejabat senior.

SBY Tunggangi Demonstrasi

Beliau mengajak para penonton channel Youtubenya untuk memahami bahwasanya masalah dalam sebuah pemerintahan pelik adanya sehingga tidak bisa sembarangan. Sudah sepatutnya apabila kita mengakui punya jiwa nasionalisme yang besar dalam hati masing – masing, haruslah memaklumi keadaan tersebut.

Terlalu banyak masalah menumpuk dan saling berbelit – belit sehingga kepala negara mesti mengurai masalah yang ada terlebih dahulu. Itulah sebabnya, rumor yang menyatakan bahwa SBY tunggangi demonstrasi merupakan opini kejam dan mengucilkannya dari seluruh masyarakat Republik Indonesia.

Menuduh siapapun secara sembarangan biasanya disebabkan oleh kebencian maupun dendam pribadi sehingga apapun tingkah lakunya pastilah dicurigai. Buanglah terlebih dahulu kepahitan dalam benak dan pikiran kita, supaya bisa berpikir lebih netral sebelum memutuskan untuk menunjuk orang lain sebagai kriminal.

SBY khawatir jika kebiasaan buruk ini tidak dibasmi, semakin lama akan tumbuh subur merebak sehingga lestari sepanjang masa. “Jangan sampai negeri tercinta kita semua menjadi penuh dengan manusia yang kerjanya saling fitnah, sebar hoaks menimbulkan keresahan”, ujarnya.

Tahun 2016 Flashback ke Demonstrasi Melengserkan Ahok

Tepat 4 November empat tahun silam, terjadi demonstrasi masal terkait topiknya ingin melengserkan Ahok serta Jokowi dari kursi kepemimpinannya masing – masing. SBY membongkar rahasianya bahwa saat itu ia telah mengetahui ada yang mengadu kepada Presiden bahwa SBY lah orang di balik layar.

Tahun 2016 Flashback ke Demonstrasi Melengserkan Ahok

Pada saat itu, semua orang di istana yang mendengar laporan tersebut kaget bukan kepalang saking terkejutnya dan tidak percaya. Sehabis kisruh mereda, jauh berbulan – bulan setelahnya barulah SBY menerima info bahwa ada penuduh namanya ke Presiden langsung saat insiden terjadi.

Betapa hancur hatinya mengetahui ada info seperti itu, maka ia langsung mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut ke sahabatnya di kabinet pemerintahan. Mereka adalah Menkopolhukam mantan jenderal, bapak Wiranto, serta Wakil Presiden Republik Indonesia berwenang kala itu, pak Jusuf Kalla.

Kedua sahabat baiknya mengiyakan bahwa memang betul ada yang menuduhnya menjadi dalang pelaku penyelenggara demo 4/11 yang lalu. Akibat rasa tidak enak dan segan berkepanjangan menghantui, maka SBY berangkatlah thaun 2017 untuk mampir ke istana Kepresidenan menemui pak Jokowi.

Pak SBY ragu pada awalnya, namun kemudian memberanikan diri untuk membuka kembali topik lama seputar demo 4/11 pada Jokowi. Untungnya, dengan bijak dan sabar bapak Jokowi berujar bahwa ia bukanlah orang yang mudah percaya kabar burung tak berlandasan seperti itu.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *